Posted in Uncategorized

Insecure Tingkat Tinggi

Jadi ceritanya habis liat2 IG story & IG feed dari temen2 lama.. And well.. Saya jadi minder huks..

Mereka udh sukses ngeraih cita-cita & impian mereka.. Si A udh jadi CEO, Si B udh jadi VP, Si C udh jadi Head of Talent.. Si D udh jadi Entrepreneur sukses.. Si E foto2 di luar negri terus. Rasa-rasanya saya teh udah dapet apa yg saya butuhin, tapi tetep aja ada rasa yg kurang.. Ada rasa kok keinginan2 saya belum terkabul ya.. Apa yg kurang ya? Saya juga gk tau..

Pekerjaan makin banyak dengan level yang meningkat.. Kadang ada rasa pengen kabur sih, tapi perusahaan Bandung gk ada yg menarik. Saya tetep pengen jadi guri TK aja. Tapi boro2 jadi guru, kadang saya ngerasa gagal jadi pemimpin di team, belum bisa ngarahin pekerjaan anak-anak dengan benar. Kalo mereka salah, saya lebih sering nyalahin diri sendiri.. Emaknya yg bego yg gk bs ngarahin & ngajarin 😦

Kurang Qana’ah berarti hahaha..

Kurang Ikhlas.. Huks.. Ampuni Shinta Ya Allah..

Terus inget Life Goals yg ini..

Yaudah.. Coba fokus aja deh sama goals yg ini hehe..

Kan katanya setelah ada kesusahan, pasti ada kemudahan kan? Saya percaya itu πŸ˜€

Posted in Uncategorized

Clingy

All my life I’ve always want to be wanted.
To be needed.
Maybe that’s why I can’t stand alone, I don’t want to lose this feeling, this comfort zone.
I love her. My mom. I don’t want to leave her anymore. I want to stand by her.
I hope I will always choose her over anything. I don’t want her to cry.
She’s the only one I have.

Posted in Uncategorized

Kamar No. 19

Ada sepasang suami & istri. Mereka sudah punya 2 anak. Sang ibu sangat menyayangi keluarganya, dia mencurahkan semua waktunya untuk keluarga yg dicintainya. Namun ada sesuatu yang hilang.. dia ingin memiliki waktu sendiri dimana dia bisa tenggelam dengan kesendiriannya. Me time kalau kata orang-orang. Tapi bukan hanya itu. Dia sangat membutuhkan kamar sendiri yang bisa dia gunakan sewaktu-waktu untuk menyendiri.
Suaminya mengetahui hal tersebut. Setelah itu suaminya memberikan istrinya sebuah kamar di lantai atas rumah mereka. Istrinya cukup bahagia, dia menggunakan kamar tersebut untuk menyendiri, menyimpan barang-barang pribadinya, dan melakukan hal-halbyg disukainya di kamar itu. Lama kelamaan anak-anak sering memasuki kamar tersebut & menggunakan kamar tersebut untuk bermain & tidur. Mereka sering melihat ibu mereka di kamar itu sehingga mereka kira kamar itu hanya “ruangan kerja” bagi ibu dan mereka rasa bisa memasuki ruangan itu seenaknya karena itu adalah “milik ibu”.

Ibu yang sering mendapati kamar tersebut digunakan oleh anak-anaknya bermain mulai merasa tidak nyaman dengan kamar tersebut. Ibu tetap membutuhkan kamar sendiri yang hanya boleh diisi oleh dia sendiri. Akhirnya dia menyewa secara bulanan sebuah kamar di hotel dekat rumah mereka, tanpa diketahui oleh suaminya. Nomor kamarnya 19. Di kamar 19 inilah dia mulai memindahkan semua barang & kegiatannya serta tenggelam dalam kesendiriannya. Anak-anak juga sudah cukup besar & ibu menggunakan kamar tersebut pada saat anak-anak di sekolah & pada saat anak-anaknya tidur ketika suaminya dinas ke luar kota.

Lama kelamaan, suaminya akhirnya mengetahui keberadaan kamar No.19 tersebut. Dia bertanya kenapa ibu merahasiakan hal ini darinya padahal dia suaminya. Ibu bilang dia berselingkuh dan suaminya pun marah. Padahal kita tau kenyataannya tidak seperti itu, sang Ibu hanya membutuhkan kamar tersebut untuk dirinya sendiri. Ibu merasa lebih mudah berbohong & menjadi gila daripada menjelaskan sesuatu yang sangat sulit dipahami oleh orang lain. Tidak semua orang akan mengerti tentang kebutuhan dia mengenai kamar tersebut kecuali dia sendiri.

Saya pun memiliki kamar no.19 sendiri, tapi bukan berupa kamar, namun seseorang. Jika ketahuan oleh orang lain tentang orang ini, saya rasa saya juga akan jadi gila. Karena orang lain nggak bisa ngerti apa yang saya rasain. Tapi kamar no.19 saya ini hanya saya sewa, bukan milik saya. Biayanya sangat mahal untuk saya tempati. Usia saya yg sudah tidak muda lagi dan biaya mahal yang harus saya bayar untuk menempati kamar tersebut membuat saya sadar bahwa saya harus segera meninggalkan kamar tersebut.

Posted in Uncategorized

Lega~~

Saya beruntung.. Punya Daddy-not-so-long-legs yg selalu membantu saya di saat kesulitan.

Karena kali ini saya benar-benar ada di kesulitan yg paling dalam, dan Daddy tiba2 datang dengan bantuannya. Hutang2 saya memang belum lunas, namun yg terpenting adalah saya terbebas dari riba.

Daddy sayang.. Kamu yang terbaik.

Saya berharap bisa seperti Daddy, dengan tangan terbuka membantu orang lain meringankan kesulitannya.

Kali ini, Daddy menjadi sumber kebahagiaan saya. Selanjutnya, semoga saya bisa menjadi sumber kebahagiaan orang2 di sekitar saya.

Aamiiin..

Posted in Uncategorized

Mimpi Jadul

Hari ini sempet ngobrol ngalor ngidul ama temen. Jadi keinget lagi soal impian jaman dulu…GURU TK πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜… kok bisa ya punya impian begini?

Saya seneng sih sama anak kecil, walau nggak yg suka2 banget. Walau rewel & nakal, masih bisa diatasi pake cerita horor, ya paling nangis dikit. Kalau orang dewasa udh gk bs diatasi pake cerita horor, se-horor2nya adalah ketika saya berkata “potong gaji atau cuti” πŸ˜‚πŸ˜‚

Ada kegiatan rutin tahunan saya di Februari tercinta, yaitu ke Panti Asuhan Bayi Sehat deket BEC. Pertama kali ke Panti Asuhan di Jl.Purnawarman ini diajak sama Aheng. Kalo weekend dia suka maen ke rumah krn kosannya deket rumah, kadang minta makan πŸ˜… bawa hardisk yg isinya film2 romcom haha. He’s one of my best friend. Iya, sobat2 saya yg paling deket emg kebanyakan cowo, soalnya cowo nggak nge-drama, kecuali si Reka Masa πŸ˜‚

Aheng suka anak2. Dia cerita kalo dia udh settle tp blm kawin, dia punya niatan utk adopsi anak. Dulu dia jatuh cinta sama bayi yg namanya Yasmin. Sangat wajar kalo ada aturan gk boleh gendong mereka. Namanya jg Aheng ya, aturan buat dia itu utk dilanggar hahaha. Dia gendong dua bayi sekaligus. Ketika capek, dia taroh lg bayinya di box. Kalo udh ditaroh di box lg, mereka akan benturin kepala ke box buat cari perhatian πŸ˜‚ Aheng dimarahi pengasuh disana ahaha..

Waktu Aheng berangkat ke Halmahera jd Pengajar Muda program Indonesia Mengajar, dia minta agar saya tetep nengokin Yasmin, dan pastiin Yasmin gk diaposi org πŸ˜‚ *yakeleus, gmn cara*. Waktu dia di Halmahera, bbrp kali kita ngobrol terbatas via YM. Sepulang dia bertugas setahun, kita cuma ketemu sekali di Bandung, setelah itu dia kerja di Jkt.
Ternyata itu terakhir kalinya saya ketemu Aheng. Tiba2 dapet kbr dia lg pengobatan di Malaysia, Aneurysm otak. Bbrp bulan kemudian udh dipanggil Tuhan.

Aheng muallaf, jenazahnya dikremasi, abunya ditabur ke laut. Mungkin org tuanya lupa kalo Aheng gk bisa berenang hehe. Abunya mungkin udh nyampe Halmahera, dia bs ketemu anak didiknya tiap hari. Akhirnya sekarang Aheng bs berenang dengan bebas.
Udah mau 6 tahun Aheng pergi. Dan setiap saya ke Panti Asuhan ini, saya pasti & akan selalu ingat Aheng, he’s the one who taught me to always sharing & be helpful for others.

Dia jg sering bully saya hehe

“Lo udh gk bs jd lebih tinggi lagi shin, so when you’re feeling low, use your favorite high heel and stand tall. Be awesome & pretty. Not here (nunjuk muka), but here (nunjuk dada).”

Aheng pernah bilang :
Kalo udah mati, pengen orang2 bilang kayak gini “Mr. Hendra, he’s everything a man should be”.
Yes, he is, Mr. Hendra Aripin is everything a man should be.
Just like Barney Stinson..
He’s a Legend.. Wait for it.. Dary.. πŸ’
Al Fatihah utk Aheng.

Lalu saya masih teringat tulisan tahun lalu :
Get married before 30 when I’m really ready (mentally & financially),
Become the CEO of my own company inspiration for others,
Buy a house & car Build home for homeless,
Travelling abroad Dispatch my mom for umrah & hajj,
Retire with IDR 100M loads of precious moments & memories,
Make my mom proud of how much I earn happy I am ❀

Posted in Uncategorized

Hello February. Hi 29. It’s all about acceptance.

A few days later.. I’ll be 29. Oh My God.
29 is like a dream to me, feels like I’m just 19 yesterday.
A bad dream actually hahaha
I wonder.. Can I be more mature? More wiser?
To be more content with life.
To love myself.. And to understand myself more.

Hey Shinta..
Right now, maybe you feel that you’re not where you want to be at 20 or 28..
Maybe it’s because God is teaching you that you can’t keep living your life according to what society is expecting, or what your parents are expecting, or what YOU are expecting.
Maybe the lesson is to let go all of the expectations, let go of all the timelines and let go of the notion that at a certain age, you have to be more accomplished than others or you need to have it all together.
Maybe God gives you chance that your journey is full of traveling, self-exploration and movement. To find yourself and just to be you.
Maybe God is teaching you the same lessons from your mistakes over and over again because God wants you to learn the art of trying, the art of not giving up, the art of learning how to live with disappointments and how to live with setbacks because they’re always going to accompany you. But the most important thing, God wants you to always believe in Him, have faith on Him.

Three simple wishes for this year :
Never grow fat and old
Dreams always come true
Love and always be loved back hahahahaπŸ˜‚

Welcome February 17, 2018 πŸ™‚

*Tampang bahagia karena kemeja ini masih bisa dikancingin (April, 2017)*

Posted in Uncategorized

Nurul Aufa & Aurora

Haloooo…
Sudah berbulan-bulan nggak nulis gara2 lupa password hahaha πŸ˜‚
Alhamdulillah udh bisa di-reset.

Jadi.. Saya ini suka banget sama yg namanya nerima postcard dr temen2 di luar negeri.
Kind words make me smile.. Good news make me happy.. Colourful stamps, beautiful pictures, different stickers, small drawings.. All of these make me really happy. Made my day πŸ˜„

Ada satu yg sangat berkesan, postcard dr sahabat saya dr jaman kuliah, sekarang dia tinggal bersama keluarga kecilnya di Norwegia. Yup, negara Skandinavia ini sangat terkenal dengan scenery Auroranya. Dan saya.. Punya impian buat bs lihat aurora secara langsung, bareng sama nunu πŸ˜‰

And then.. One time.. She sent me this postcard

With a lovely word.. Masya Allah..

Nunu ini adalah salah satu orang yg bisa ngertiin saya, paling tau gimana caranya ngehibur saya..walau lokasi kita udh jauhan gini.. Hehe
Thanks a lot nunuuu 😘

Posted in Uncategorized

Karena Rencana Tuhan Pasti Jauh Lebih Baik

Saya kira.. The most broken heart thing yg pernah saya alami adalah ketika rencana saya menikah gagal.
Ternyata ada yg lebih sakit lagi.
Yaitu ketika impian sudah di depan mata.. Persiapan yang paripurna.. Restu mama juga sudah di tangan.. Pintunya sudah terbuka, dan saya tinggal masuk.
Tapi ternyata.. Kata Tuhan “belum saatnya Shin” πŸ™‚

Iya.. Hari Senin tanggal 3 April kemarin, saya sempat agak down.. Kecewa dengan diri sendiri. Seolah-olah selalu ada pertanyaan “God.. Why me?” atau “what if…”
Sebelumnya rencana taaruf saya gagal karena saya yang mengundurkan diri.
Tiba2 saya gk sreg dengan calon saya..
Tiba2 saya ragu untuk menikah..
Seandainya saya tidak ragu, tanggal 14 April nanti akan menjadi tanggal pernikahan saya. Setengah agama & ibadah seharusnya sudah bisa saya lengkapi.
Tiba2 saya memutuskan untuk mendaftar Indonesia Mengajar lagi, jadi guru SD di pedalaman.
Setelah saya mendaftar IM dan lolos untuk Direct Assessment, usaha saya tidak bisa diridhoi oleh mama.
Saya pun mengundurkan diri dari proses seleksi.
Setelah itu.. Saya mulai merasa ada yg aneh dengan payudara saya, seperti benjolan tapi keras. Ternyata tumor jinak. Tidak berbahaya tapi tetep aja bikin parno.
Setelah itu saya mengubah pola hidup dan pola makan. Saya mulai mengurangi jajan & makanan gk sehat, saya belajar masak, mulai nge-gym, ikut kelas yoga, belly dance, dan latihan jaipong.
Saat sedang hepi-hepinya.. Tiba2 saya kepeleset jatoh dari tangga. Kaki saya keseleo & bengkak. Sebulan nggak sembuh2. Saya gk bisa olahraga, gk bisa lari, gk bisa latihan nari, dan yg paling sedih adalah gk bisa pake high heels 😭
Sampai sini saya merasa bener2 gagal πŸ™‰

Kemudian entah kenapa saya membuka lagi file lama, essay yang saya siapkan untuk seleksi pertukaran pemuda tahun 2012 dulu. Saya menemukan diri saya yang dulu.. Dan saya ingin kembali menjadi Shinta yang dulu. Shinta yang semangat untuk menjadi orang yang “tidak biasa”.
Tahun ini, saya ikut mendaftar lagi program pertukaran pemuda PPAN.. Namun karena keterbatasan usia, saya hanya bisa memilih program SSEAYP, kapal pesiar Jepang untuk program ke Jepang & keliling ASEAN.
Persiapan saya kali ini sangat matang. Benar2 matang. Mama pun tidak melarang saya, toh ini program hanya 2 bulan. Dan suatu privilage bagi saya jika bisa membawa nama Jawa Barat & Indonesia.
Saya sudah googling kira2 seleksi nanti apa saja tahapannya, bahkan saya sudah menyiapkan Post Program Activity. Syukur alhamdulillah juga ternyata ada senior saya di Planologi yg terpilih sebagai peserta SSEAYP beberapa tahun yang lalu, jadi saya bisa bilang jika persiapan saya untuk seleksi ini adalah 99%. Dan 1% nya adalah faktor luck.
Setelah mengumpulkan formulir, mepet di Hari Jumat, tiba2 panitia Dispora Bandung bilang kalau interview Hari Sabtu dan pengumuman kelulusan tingkat kota Hari Senin tanggal 3 April.
Panik lah saya.. Tgl 1 saya ke Lampung, pulang ke Bandung tgl 3 pagi. Untunglah ternyata antara panitia Dispora Bandung & panitia PCMIJabar sedikit misskomunikasi. Seleksi interview dilaksanakan tanggal 3 April jam 3 sore. Rasanya saya ingin sujud syukur.
Kemudian tragedi tanggal 3 dimulai…
Pesawat saya dari Lampung ke Bandung tiba2 delay sampai jam 13.20 Dikabarkan oleh pihak maskapai tengah malam by SMS. Tengah malem siapa yg baca coba…
Akhirnya saya cuti dadakan. Agenda pagi & siang saya saat itu benar2 kacau. Semua saya cancel.
Setelah check in di bandara, dikabarkan pesawatnya delay lagi sampai jam 14.20 😦
Saya mulai panik..
Akhirnya saya mengabari pihak panitia Dispora Jabar bahwa saya minta izin datang terlambat, dan panitia sudah memberi izin, sampai jam 6 mereka masih mau menunggu saya.
Kemudian yang bikin saya beneran nangis adalah ketika penerbangan saya dibatalkan karena Bandara Husein mendadak maintenance, dan tidak ada pesawat yang bisa masuk Husein. Seriously.. Jangan pernah remehkan 1% faktor luck.
Saya cari penerbangan tercepat ke Cengkareng pun, dapetnya jam 18.40 😦
Akhirnya saya minta request ke panitia apakah bisa seleksi untuk saya dilakukan di Hari Selasa atau hari lain. Panitia hanya bilang “akan dibicarakan dulu”.
Saya cuma bisa berdoa & pasrah…
Di saat itu, tiba2 saya lihat di IG story kalau sahabat saya, si kiki, juga mau ke Cengkareng dari Surabaya. Saya baru tau dia dr Surabaya karena ternyata memang ada acara dadakan, dia harus pulang ke sana. Akhirnya malam itu kami janjian ketemu di Terminal 3.

Lalu muncullah Whatsapp yang bikin saya patah hati di tanggal 3 April itu πŸ’”
Dari senior saya…

Life is funny isn’t it?
Just when you think you’ve got it all figured out,
Just when you finally begin to plan something,
Get excited about something,
And feel like you know what direction you’re heading in..
The paths change.. The signs change.. The wind blows the other way.. North is suddenly south and East is west.. And you’re lost.
It is so easy to lose your way, to lose direction.
And that’s with following all the signposts.

This is the most heart-breaking moment for my entire life.
Saya sudah masuk 12 besar.
Saya the best score nya.
…dan saya gk bisa lanjut seleksi ke tingkat Propinsi karena pesawat saya hari itu di-cancel.
Panitia pun menghubungi saya bahwa setelah berunding dengan panitia yg lain, peserta yang tidak bisa hadir digugurkan.
Well.. Akan selalu ada kata “what if…”
Seandainya saya memutuskan langsung cari pesawat yg lain pagi2 itu juga..
Seandainya saya belum tidur saat terima SMS delay itu.
Malam itu saya cukup bersyukur ditemani oleh mbak Kiki, ditenangkan oleh mbak Kiki..
Malam itu saya beneran jadi kayak orang linglung. Saat di pesawat pun saya mengalami yang namanya amnesia ringan setelah bangun tidur.. Saya panik saat pesawat landing di Bandara Soekarno Hatta, karena hati dan pikiran saya sudah di Bandung.
Tuh kan.. Saya gk boleh marah sama Tuhan, Dia sayang banget sama saya. Di saat lagi down begini, Tuhan masih kasih saya waktu buat ketemu mbak Kiki yg memang udh cukup lama jg gk ketemu muka.

Ah sudahlah..
Tuhan sedang suruh saya untuk sabar πŸ™‚
Saya yakin rencana Tuhan jauh lebih baik..
Entah apa yang akan menanti saya setelah ini.
Tapi saya benar2 berharap bahwa hal tersebut bisa menjadi alasan penyembuh patah hati saya saat ini.

Mungkin Tuhan menyiapkan cara lain untuk saya bisa berkontribusi ke Negara ini.

Posted in Uncategorized

Neng & Mas

Neng : “Mas, menurut kamu Ibu yg baik itu seperti apa? Apakah yg bisa mendidik anaknya jd soleh? Jd pinter? Yg rumahnya rapih? Yg masakannya enak? Yg anaknya dirawat agar sehat?”

Mas : “Yang bisa membimbing anak-anaknya masuk surga neng”

Neng : “Walau rumah berantakan? Walau cuma sempet masak satu jenis? Walau masakannya gk enak? Walau tetep kerja kantoran?”

Mas :”Iya gk apa-apa :)”

Ok then.. Now tell me.. How’s your day? πŸ™‚

PS :
Ini percakapan yg saya dengar dari meja sebelah, si Neng lagi hamil tua. Cuma heran aja dengan jawaban si Mas. Mungkin si Mas ini makhluk langka.. Atau itu cuma jawaban untuk menyenangkan si Neng. Apa iya ada laki2 yg mikirnya sesimpel itu? Tanpa tuntutan si istri harus bisa A, B, C, D, sampai Z? I think I do believe in love.. But I doubt about marriage.